Tidur Lebih dari 9 Jam Sehari Bisa Tingkatkan Risiko Stroke

LAYARETAM.COM — Tidur cukup memang baik, tapi tidur terlalu lama bisa menjadi sinyal bahaya bagi kesehatan otak. Sebuah studi terbaru yang dimuat dalam Neurology, jurnal resmi American Academy of Neurology, mengungkap bahwa orang yang tidur lebih dari 9 jam per malam memiliki risiko stroke lebih tinggi dibanding mereka yang tidur 7–8 jam.

Penelitian ini melibatkan lebih dari 31 ribu partisipan dewasa di Tiongkok selama enam tahun. Hasilnya mengejutkan: mereka yang rutin tidur lama memiliki risiko stroke hingga 23 persen lebih tinggi. Angka ini meningkat bila kebiasaan tidur panjang disertai tidur siang lebih dari 90 menit.

“Kami menemukan bahwa bukan hanya durasi tidur malam yang mempengaruhi risiko stroke, tetapi juga pola tidur siang yang berlebihan,” tulis peneliti.

Mereka menduga bahwa tidur terlalu lama bisa jadi penanda gangguan metabolik, inflamasi kronis, atau kelainan sirkulasi darah yang belum terdeteksi.

Studi ini menjadi penting bagi masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda dan pekerja digital yang kerap mengalami perubahan pola tidur ekstrem antara hari kerja dan akhir pekan (sleep binge).

Dalam konteks Kalimantan Timur yang sedang mengalami pertumbuhan gaya hidup sedentari akibat urbanisasi dan peningkatan konsumsi digital, hasil studi ini patut dicermati. Tidur terlalu lama bukanlah solusi dari kelelahan, apalagi jika tidak dibarengi aktivitas fisik dan pola makan seimbang.

Baca Juga Bahaya ‘Desk Potato’: Duduk Lebih dari 6 Jam Sehari Bisa Picu Diabetes dan Penyakit Jantung

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sendiri merekomendasikan durasi tidur ideal antara 7 hingga 9 jam per malam untuk orang dewasa. Lebih atau kurang dari itu, apalagi secara konsisten, berisiko terhadap kesehatan jantung, metabolisme, dan fungsi otak.

Solusinya bukan sekadar mengatur alarm bangun pagi, tapi juga menjaga konsistensi jam tidur dan kualitas tidur. Hindari layar ponsel satu jam sebelum tidur, kurangi kafein di sore hari, dan bangun pada jam yang sama setiap hari, termasuk akhir pekan.

Sumber: www.neurology.org

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

0Shares